Melabrak Dara

1064 Words

Brak! Pintu ganda berlapis kayu jati dan peredam suara itu mendadak terbuka paksa setelah mekanisme kunci elektroniknya berbunyi klik pendek. Tiga penjaga berbadan tegap di luar sana tampak mundur dengan wajah pucat dan kepala tertunduk, sama sekali tidak berani menyentuh fisik sang nyonya besar Jayanegara yang baru saja memaksa masuk dengan emosi yang menyala-nyala. Clarissa Puspa berdiri di ambang pintu. Penampilannya siang ini luar biasa mencolok. Setelan blazer rajut berwarna merah marun melekat sempurna di tubuhnya, dipadukan dengan kacamata hitam berbingkai besar yang langsung ia sentak turun hingga bertengger di pangkal hidungnya. Sepasang matanya yang tajam berkilat penuh amarah, menyapu setiap sudut kemewahan penthouse itu, hingga akhirnya tatapannya terkunci tepat pada sosok D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD