Garda Frustasi

1216 Words

Sementara itu, di belahan kota yang lain, waktu terasa berjalan begitu lambat bagi Garda Jayanegara. Di dalam ruang kerja megah di kantor pusat perusahaannya, suasana terasa begitu mencekam. Berkas-berkas laporan keuangan dan rencana ekspansi bisnis yang biasanya menjadi fokus utamanya kini hanya berakhir menjadi tumpukan kertas tak berarti. Garda sama sekali tidak bisa fokus. Pikirannya benar-benar buntu. Sejak pagi tadi, kepalanya terus dipenuhi oleh bayangan Dara yang berjalan sendirian menembus dinginnya malam dalam kondisi mengandung anaknya. Penyesalan dan rasa bersalah mencuat, mengikis habis wibawa dan ketenangan yang selama ini ia agungkan di depan publik. Brak! Garda mengusap kasar wajahnya sendiri dengan kedua telapak tangan, sebelum akhirnya melemparkan seonggok berkas tebal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD