"Halo, Mas, Aku butuh bantuanmu," sapa Niko dalam sambungan telepon. "Ini tengah malam, dek, lagi pula kalau itu soal Intan Mas gak mau bantu," jawab Rifki. "Mas, tahu?" tanya Niko pada kakak lelakinya. "Tahu, lah, kita juga pakai IG kalau kamu tidak ingat, aku sama Sara menebak, postingan temanmu itu akan membuat Intan marah karena Sara juga begitu." "Begitu gimana, Mas?" "Sara dari tadi ngomel terus setelah melihat foto itu, betul kata istriku, kamu sudah bertindak bodoh. Untuk itu Mas dilarang bantu kamu. Selesaikan sendiri, kamu pasti bisa." Klik "Mas!" "Halo, Mas. Ya Salam, kenapa di tutup?" Ingin rasanya Niko mengumpat, dia marah dan yang paling mengesalkan harapannya untuk memperbaiki keadaan pupus begitu saja. Dini hari yang hening, detak jantungnya nyaris seirama dengan

