Ibunda Karisa ditemani dengan adiknya kini sudah berada di halaman kantor polisi. Mereka menunggu kedatangan Alen untuk masuk bersama. Ibunda Karisa tahu betul seperti apa kesibukan Alen, ia pun menolak tawaran Alen untuk menjemputnya. Adiknya menggenggam tangan sang kakak, tangan yang belakangan menjadi lebih rapuh dari sebelumnya. Ia ingin menguatkan sang kakak, melalui genggaman tangan itu juga dia berjanji akan selalu ikut berjuang demi keadilan keponakannya. Mereka berdiri dari duduknya begitu melihat kedatangan Alen serta wanita muda di sampingnya. Keduanya berjalan mendekati Ibunda Karisa yang sudah bersiap. “Selamat pagi, Ibu.” Ucap Alen, sementara sang asisten ikut tersenyum ramah. Asisten itu memang selalu mendampingi Alen saat bertemu dengan klien. Hubungan mereka sangat profe

