Empat Puluh Sembilan

1464 Words

Karena kejadian tadi sore, Demi mengalami serangan panik yang cukup parah. Tubuhnya gemetar, ia rasanya ingin menangis dan berteriak, memukul benda apapun yang ada di depannya. Namun Demi harus menahan itu semua karena dia khawatir akan membuat orangtuanya takut. Demi sendiri tidak tahu mengapa dia seperti itu. Dan kala itu, orang yang pertama kali dia hubungi adalah psikolognya, Desi. Desi lalu menenangkan Demi untuk sementara melalui panggilan telephone. Ia juga meminta Demi untuk datang menemuinya esok hari. Demi setuju. Ia butuh seseorang untuk bercerita, tapi bukan pada keluarganya, apa lagi pihak sekolah. Gadis itu belum siap jika seisi sekolah mengetahui masalah tersebut. Teman-temannya pasti akan memandangnya sebelah mata karena tubuhnya sudah dilihat oleh laki-laki. Miris memang,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD