Lima Puluh Satu

1180 Words

Keesokan harinya, saat jam pulang sekolah, Febri menunggu Demi di depan kelas. Gadis itu sudah membulatkan tekadnya untuk melapor pada walikelasnya. Febri pun bersedia untuk mendampingi Demi, ia bahkan berjanji jika mulai sekarang dirinya akan terus bersama Demi ketika di sekolah. Setelah memastikan bahwa Fadli sudah pergi meninggalkan sekolah, Demi pun menghampiri Julie yang masih bersama dengan guru-guru lain di ruang guru. “Permisi, Bu. Ada hal yang ingin saya bicarakan. Apa saya bisa berbicara berdua dengan ibu?” Julie saling lihat-lihatan dengan April. Kala itu mereka sedang menikmati rujak buah. “Boleh, silakan duduk.” Ucapnya mempersilakan Demi untuk duduk di kursi yang ada di depannya. “Emm…anu, Bu…” Gumamnya seraya melihat sekitar. Saat itulah Julie langsung paham jika Demi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD