"Mam, aku berangkat ke sekolah ya?!" teriak Erinna sambil menuruni anak tangga. Sontak, sang Mami dan kakak sepupunya menoleh ke arahnya. Tampak jelas dari raut wajah mereka yang tak menyetujui keputusannya untuk pergi ke sekolah. "Aku udah sehat, beneran." Erinna mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya. Ia tahu, jika keduanya begitu khawatir terhadapnya. Tetapi, percayalah, ia sudah baik-baik saja. Semalam dirinya hanya masuk angin. Tarissa menghela napas. Sejak kecil, putrinya itu sangat bersemangat sekolah. Jika kondisinya masih memungkinkan untuk pergi menuntut ilmu, maka Ellinda akan memaksakan diri. Kecuali, jika dirinya benar-benar sakit. Gadis itu akan lebih memilih mengistirahatkan tubuh. "Ya sudah. Tapi, kamu sarapan dulu." tuturnya sembari menyiapkan sarapan untuk Erin

