Ektra Part

1311 Words

"Rin, lo kapan bisa nerima gue sebagai pacar lo?" tanya seorang pemuda pada Erinna yang tengah menulis-nulis di pasir putih itu. Saat ini, mereka berada di pantai. Reyhan mengerutkan kening memandangi gadis yang sedari tadi menulis-nulis itu. Ia sama sekali tak memperhatikan tulisannya, melainkan wajah ayunya. Reyhan mengulurkan tangan merangkul bahu Erinna dan menyelipkan anak rambut yang menutupi wajahnya itu. Erinna tersenyum tipis mendengar pertanyaan yang setiap hari diutarakan olehnya. Meski sudah hampir satu tahun mereka dekat, Erinna belum bisa menerima Reyhan. Begitu juga dengan Bianca yang masih menutup hatinya. Keenan sudah benar-benar jatuh cinta pada Bianca, hingga membuatnya rela menunggu seperti sepupunya—Reyhan. "Em... Gue sih nggak mau pacaran. Kalo lo serius, lo bis

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD