Akan tetapi, nasib badan memang tidak pernah bisa diprediksi. Meskipun sudah mengusahakan berbagai macam cara, pada akhirnya Judith tetap ditendang seperti sampah. Sampai masa kontrak berakhir pun, Avery sama sekali tidak pernah menaruh hati padanya.
Rasanya, seperti semua pengorbanan yang dia lakukan selama ini hanya upaya sia-sia dan lelucon murahan di mata pria rupawan itu. Seharusnya, Judith tidak berharap lebih banyak dari Avery. Kebaikan yang tampak itu hanya sebuah ilusi, karena kenyataan yang terjadi sama sekali berbeda dari angan-angan manis Judith selama ini. Avery yang bisa bersikap selembut kapas dan tampak sehangat mentari, sebenarnya hanya pria dingin yang hatinya membeku entah karena apa. Judith percaya bahwa pria itu tidak akan pernah bisa mencintai seorang wanita pun seumur hidupnya.
Sampai terakhir kali Judith bertemu Avery di pesta Duke of Dorset, Judith kira Avery masihlah orang yang sama. Masih menjadi pria seterang mentari tapi sedingin badai es. Namun, saat Judith mengamati Avery dari kejauhan, rasanya seperti ada yang berbeda pada perilaku Avery.
Saat itu ada seorang wanita yang berdiri di samping pria itu dan diperkenalkan sebagai istri sahnya. Benar-benar menjengkelkan, tapi tak mengapa. Karena … karena Judith yakin bahwa seperti apa pun wajah ceria Avery saat ini, pria itu pastilah hanya bersandiwara. Avery pasti tetap orang yang sama.
Lagi pula, wanita bernama Hanae itu benar-benar standar secara penampilan. Judith tahu selera Avery, jadi baginya tidak mungkin Avery mau menikahi Hanae secara cuma-cuma. Dari gosip yang beredar, katanya Hanae dan Avery menikah karena skandal. Judith tidak begitu tahu bagaimana kronologinya, tapi bisa dipastikan bahwa Avery pasti menikah karena terpaksa. Jika bukan karena paksaan orang tua, wanita bernama Hanae itu pasti telah membuat jebakan sehingga Avery mau menikah dengannya.
Judith juga yakin, jika dia sekali lagi menempeli Avery seperti dulu, pria itu akan dengan mudah meninggalkan istrinya dan berpaling kepadanya. Tidak apa-apa disebut sebagai gundik atau wanita simpanan, bukankah dia sudah pernah melakukannya dulu? Jika sekarang ketahuan, tidak akan ada bedanya. Reputasi Judith memang sudah tercemar sejak suaminya meninggal dan banyak pria yang berusaha mendekatinya. Jadi tidak masalah jika sekarang ia benar-benar menjalani hari-harinya sebagai w*************a seperti yang selama ini orang-orang percaya.