Echoes of Rezernty
Genre: Drama, Fantasy, Isekai, Action, Tragedy
Episode 7: Apa yang Dirasakan Ciestte?
Arc 1: Jejak Masa Lalu dan Perjalanan Masa Depan
__________________________________
[๐๐ซ๐๐ญ๐ข๐ง๐ฃ๐๐ฎ ๐๐ฉ๐ข๐ฌ๐จ๐๐ ๐๐๐๐๐ฅ๐ฎ๐ฆ๐ง๐ฒ๐]
Desa Ciestte hancur akibat serangan monster The Void.
โ
Orang tua Ciestte meninggal dalam serangan itu.
โ
Lyra, seorang elf misterius, muncul untuk melindungi Ciestte.
[๐ธ๐ก๐ ๐ช๐๐๐ ๐ป๐๐ฃ๐๐ค๐๐๐๐ โ๐๐๐ค๐ฅ๐ฅ๐ ๐๐ ๐ผ๐ก๐๐ค๐ ๐๐ ๐]
__________________________________
ยฉแดณหกแตแถแดตแตแตแตแตโฐโนโน
[๐๐ค๐ โ๐๐๐๐ฃ๐๐ โ๐๐๐ค๐ฅ๐ฅ๐]
โ
"Satu per satu, sensasi itu memudar. Rasa sakit, takut, harapan... semuanya menguap, meninggalkan kehampaan yang membekukan. Ciestte terperangkap dalam numbness, mekanisme pertahanan diri yang membuatnya mati rasa, terlindung dari badai emosi yang menghancurkan."
"Penglihatan itu terus berputar di benaknya: wajah-wajah yang berlumuran darah, tubuh-tubuh yang tergeletak tak bernyawa... mimpi buruk yang tak berkesudahan."
โ
"Tidak ada suara... tidak ada yang peduli:ia merasa terisolasi, terputus dari dunia luar. Tidak ada yang mendengar teriakannya, tidak ada yang datang menyelamatkannya."
โ
"Energi Lyra memancar kuat, tapi Ciestte merasa tidak yakin apakah ia bisa mempercayai cahaya itu."
โ
"Hati-hati, bisiknya dalam hati. Jangan mudah percaya pada orang asing."
โ
"Lebih baik aku menyusul mereka."
Dengan hati yang hancur dan masa depan yang tidak pasti, bagaimana Ciestte akan menghadapi kenyataan pahit ini? Siapakah Lyra sebenarnya, dan apakah dia bisa dipercaya? Temukan jawabannya di episode 7!
[๐๐ซ๐๐ญ๐ข๐ง๐ฃ๐๐ฎ ๐ฌ๐๐ฅ๐๐ฌ๐๐ข]
__________________________________
ยฉแดณหกแตแถแดตแตแตแตแตโฐโนโน
Sorot lampu menyorot penampungan sementara yang dijaga ketat, tempat para Hunter dengan wajah tanpa ekspresi mengawasi para penyintas seperti burung nasar mengawasi mangsanya.
Gedung yang dulunya mungkin sebuah pabrik itu kini menjelma menjadi benteng kesedihan, tempat duka dan keputusasaan merajalela.
Udara pengap berbau keringat dan keputusasaan, sementara suara tangisan anak-anak dan gumaman doa lirih menggema di antara dinding-dinding yang berlumut.
Ciestte duduk di sudut ruangan, memandangi makanannya dengan tatapan kosong. Nasi putih pucat dan sayur rebus tanpa rasa itu terasa seperti pasir di lidahnya. Ia menelan ludah dengan susah payah, tetapi tenggorokannya terasa tercekat.
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: (dengan nada putus asa)Ayah... Ibu...apakah aku pantas hidup?
Lyra, yang duduk di sampingnya, menggenggam tangannya dengan lembut. Mata elf itu memancarkan kehangatan dan simpati, tetapi Ciestte merasa tidak pantas menerima belas kasihan itu.
Ciestte terdiam, menatap Lyra dengan tatapan kosong. Ia tidak mengerti mengapa Lyra begitu setia pada orang yang bahkan tidak ia kenal. Apakah Lyra benar-benar peduli padanya, atau apakah ia hanya menjalankan perintah?
Langkah seorang Hunter terhenti di dekat mereka. Ia menatap Ciestte dan Lyra dengan senyum yang tidak menyenangkan.
Sebuah seringai sinis yang menjijikkan terukir di wajah Hunter itu saat menatap Ciestte, seolah dia adalah sepotong daging yang siap disantap.
Hunter?:(mendesis pelan)Korban yang sempurna...
Otot-otot Lyra menegang, energi sihirnya berdenyut di ujung jari. Namun, ia menekan dorongan itu, menyadari bahwa pertunjukan kekuatan hanya akan menarik perhatian yang tidak diinginkan dan mungkin membahayakan Ciestte lebih jauh.
Lyra membalas tatapan Hunter itu dengan dingin, aura sihirnya berdenyut halus di sekelilingnya seperti petir yang siap menyambar, sebuah ancaman yang tak terucap namun mematikan.
Hunter itu hanya mengangkat bahu dan melanjutkan langkahnya, meninggalkan Lyra dengan perasaan tidak tenang.
Malam semakin larut. Setelah menghabiskan makan malam yang hambar, Ciestte dan Lyra berjalan menuju area tempat tidur, tempat para penyintas lainnya sudah beristirahat.
Ciestte berdiri dengan lesu,Lyra mengikutinya dalam diam, merasa khawatir dengan kondisi mental gadis itu. Mereka berjalan melewati para Hunter yang masih berjaga, menuju area tempat tidur yang terletak di ujung gedung.
Ketika Ciestte membuka pintu, mereka berdua disambut oleh Zern dan Orion.
๐๐ง๐๐ค๐ฃ: (dengan semangat)Ciestte, Ly...
Zern membungkam Orion, tatapannya tajam memperingatkan.
๐๐ง๐๐ค๐ฃ: (tergagap)Eh, maksudku Ibu Ciestte!
Lyra mengehela nafas,lalu melirik sekitar berjaga-jaga kalo ada hunter yang mendengar
๐๐ฎ๐ง๐: (sambil menutup pintu) "Iya, Orion, ada apa? Apa kamu butuh sesuatu?"
๐๐ง๐๐ค๐ฃ: (dengan nada ragu) "Eh, tidak kok. Aku cuma... senang kalian sudah datang."
"๐พ๐๐๐." Jentikan jari Lyra menciptakan perisai Silentium, memisahkan mereka dari dunia luar dalam keheningan yang memekakkan telinga.
__________________________________
[๐๐ค๐ข๐ฅ๐ฅ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐ข๐ ๐ฎ๐ง๐๐ค๐๐ง]
๐บ๐๐๐๐๐๐๐๐: "keheningan" atau "kesunyian".
__________________________________
ยฉแดณหกแตแถแดตแตแตแตแตโฐโนโน
Dengan ekspresi bosan, A??? menjajal telepati untuk pertama kalinya pada Pasukan Bayangan tier SSS+.
(๐ผ???/telepati, dengan nada malas):Hei, pasukan bayangan, skill-ku nyala nggak nih?
๐๐ฎ๐ง๐(dalam hati, dengan nada hormat yang nyaris memuja): Raja...
โ
DUAR! Sambungan telepati Lyra terputus paksa oleh interupsi kasar.
โ
(Telepati/๐๐๐ฃ๐๐จ๐๐ค, dengan antusiasme berlebihan yang mengganggu): RAJA!!! Genesio melapor, koneksi penuh, siap menerima perintah, Raja!
Lyra menghela napas dalam, sedikit kesal, namun berusaha tetap tenang.
(Telepati/๐ผ???, dengan nada bingung): Eh? Siapa nih yang nyelonong?"
โ
(Telepati/๐๐๐ฃ๐๐จ๐๐ค, dengan suara monoton): Pertanyaan teridentifikasi: Anda bukan Shanecrom raja kematian, kan?
โ
(Telepati/๐ผ???, datar): Bukan.
โ
(Telepati/๐๐๐ฃ๐๐จ๐๐ค, tanpa emosi): Perintah. Berikan. Saya perintah Sekarang.
(Telepati/๐ผ???, dengan nada terpaksa): Rez... Raja Bayangan, terserahlah.
(Telepati/๐๐ฎ๐ง๐, dengan putus asa): Genesio! Hentikan! Kau ini bukan robot!
(Telepati/๐ผ???) : Raja Bayangan, cukup keren.
(Telepati/๐๐๐ฃ๐๐จ๐๐ค, dengan nada bingung dan curiga): Raja Bayangan, terdeteksi anomali suara. Apakah Anda mendengarnya? (merujuk ke Lyra)
(๐ผ???/telepati, berbohong): Tidak. Tidak ada apa-apa.
Ciestte, Orion, dan Zern saling bertukar pandang khawatir melihat Lyra berbicara sendiri dengan nada marah.
โ
๐๐ง๐๐ค๐ฃ: (berbisik) Zern, kenapa Lyra bicara sendiri?
โ
๐๐๐ง๐ฃ: (mengangkat bahu) Mana kutahu.
โ
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: (dengan tatapan kosong) Sunny di mana?
โ
๐๐ง๐๐ค๐ฃ: Sudah tidur.
โ
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: Aku juga mau tidur.
โ
๐๐ง๐๐ค๐ฃ: (dengan cemas) Kau tidak takut kalau Lyra tiba-tiba menyerang kita?
โ
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: (tanpa emosi) Memangnya kenapa?
โ
๐๐ง๐๐ค๐ฃ: (dalam hati) Astaga, aku lupa dia memang ingin mati.
โ
๐๐ฎ๐ง๐: (dengan nada tajam) Diam!
โ
(Telepati/๐ผ???, frustrasi): Apa yang sebenarnya terjadi di sini?!
โ
(Telepati/๐๐ฎ๐ง๐, memohon): Maafkan saya, Raja! Ini semua salah paham!
โ
(Telepati/๐๐ฎ๐ง๐, dengan nada menyalahkan): Ini semua karena Genesio! Dia tidak berfungsi dengan benar!
โ
(Telepati/๐๐๐ฃ๐๐จ๐๐ค, bingung dan tertekan): Identifikasi tidak cocok... Siapa... dia...?
(Telepati/๐๐ฎ๐ง๐, marah dan frustrasi): Genesio! Beraninya kau melupakanku?! Aku adalah pasukan bayangan yang paling setia!
(Telepati/๐ผ???, kesal): Siapa kalian semua? Kenapa kalian begitu berisik?!
(telepati/๐๐ฎ๐ง๐):oh kayak begitu ya
(telepati/๐ผ???, acuh tak acuh): Oh, oke. Terserah.
Dengan cepat, Lyra menjelaskan bahwa kegembiraan mereka adalah karena A??? adalah Raja Bayangan yang baru, yang sekarang mendiami tubuh Injektor Bayangan, Shanecrom.
(telepati/๐๐ฎ๐ง๐):itu karena anda memakai tubuh tuan shanecrom.
(Telepati/๐๐ฎ๐ง๐): tuan shanecrom yang dulunya adalah seorang ๐ญ๐ช๐จ๐ฏ๐ฆ๐ด ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐จ๐ข sebelum akhirnya dia berubah menjadi ๐ช๐ฏ๐ซ๐ฆ๐ค๐ต๐ฐ๐ข๐ณ
(telepati/๐ผ???): cukup-cukup aku sudah tau detail itu, jadi skip aja
(Telepati/๐ก๐ฎ๐ง๐): baiklah raja bayangan
Dengan nada serius, Lyra menjelaskan bahwa Shanecrom telah menugaskannya untuk mencari dan melindungi mereka yang memiliki kekuatan unik untuk melawan 11 ๐ผ๐๐๐๐๐ก๐๐๐, entitas jahat yang haus akan kehancuran. Hanya merekalah harapan terakhir untuk mencegah dunia ini ditelan kegelapan.
(Telepati/๐ก๐ฎ๐ง๐): di karenakan tuan shanecrom sudah muak dengan pengulangan waktu itu, dia menyuruh ku menyelamatkan beberapa orang yang memiliki kemampuan untuk melawan 11 ๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐ itu
(telepati/๐๐ฎ๐ง๐):oh kayak begitu ya
(Telepati/๐๐๐ฃ๐๐จ๐๐ค): tuan shanecrom menyuruh ku dan pasukan bayangan lain untuk bersembunyi dulu, untuk kedatangan raja bayangan yang baru
(Telepati/๐ผ???): jadi kalian ada dimana? Aku membutuhkan bantuan kalian
(telepati/๐๐๐ฃ๐๐จ๐๐ค): Saya berada di Reunika, Raja. Sayangnya, portal bayangan masih terkunci rapat.
(Telepati/๐๐ฎ๐ง๐, dengan suara bergetar karena air mata): Raja... aku sangat jauh...aku merindukan mu raja...bolehkah saya kembali sekarang?"
โ
(Telepati/๐ผ???, tegas): Tidak, Lyra! Misi mu terlalu penting! Itu perintah Shanecrom! Jangan membantah!
โ
(telepati/๐ผ???, menghela nafas): Genesio... Sepertinya aku harus meningkatkan level untuk membuka portal itu. Merepotkan.
โ
(Telepati/๐ผ???): Baiklah saat untuk farming Xp untuk meningkatkan level,rapat hari ini selesai."
โ
(๐๐ฎ๐ง๐,๐๐๐ฃ๐๐จ๐๐ค/telepati, serempak): Mengerti, Raja.
lalu tiba-tiba Orion berkata pada lyra
๐๐ง๐๐ค๐ฃ:(dengan nada mendesak)Lyra, jawab! Siapa yang memanggilmu 'Raja'? Dan kenapa kau patuh padanya?
๐๐๐ง๐ฃ:(penasaran)apa maksudnya dengan pasukan bayangan?
Udara di sekitar Lyra bergetar saat bayangan pekat melingkupinya, menciptakan aura mencekam yang membuat bulu kuduk merinding. Matanya, yang sebelumnya hangat, kini menyala dengan cahaya lazuli yang dingin dan mematikan.
๐๐ง๐๐ค๐ฃ:(dengan suara tertahan, seolah ada tangan yang mencekik lehernya, tubuhnya membeku di tempat, matanya membelalak tak percaya)Ly-Lyra...
๐๐ง๐๐ค๐ฃ:(geleng-geleng kepala, mencoba menyangkal apa yang dilihatnya) Ini... ini tidak mungkin..."
๐๐ง๐๐ค๐ฃ:(menelan ludah dengan susah payah) Apa... apa yang sebenarnya terjadi padamu?!
๐๐ง๐๐ค๐ฃ:Dan kenapa... kenapa kau tiba-tiba berubah menjadi... (terdiam, tidak sanggup melanjutkan kalimatnya karena rasa takut yang luar biasa)
๐๐ง๐๐ค๐ฃ:Kenapa kau berubah jadi seperti itu?! Apa...
๐๐ง๐๐ค๐ฃ:apa kau masih Lyra yang kukenal? Atau... (berbisik, hampir tidak terdengar)
๐๐ง๐๐ค๐ฃ:Apakah kau sudah dirasuki?
Lyra Menghiraukan kata-kata orion
๐๐ฎ๐ง๐: ini yang di maksud dengan makhluk bayangan.
๐๐ง๐๐ค๐ฃ:(penasaran)lalu siapa orang yang memanggil mu barusan?
๐๐ง๐๐ค๐ฃ:kenapa kau menyebut nya raja?
๐๐๐ง๐ฃ:(dengan nada curiga)Sihir cahaya... dan bayangan? Itu tidak mungkin! Makhluk Bayangan tidak seharusnya memiliki kekuatan seperti itu! Apa yang kau sembunyikan, Lyra?
๐๐ฎ๐ง๐: karena aku adalah lignes
๐๐ง๐๐ค๐ฃ:(penasaran)oh aku juga dengar kalo Lyra menyebutkan kata injectoar
๐๐๐ง๐ฃ: ๐๐๐๐๐๐ ?
Lyra menjelaskan semuanya, namun sebelum ia selesai berbicara, kesadaran Ciestte perlahan memudar, dan dunia di sekitarnya menghilang. Kini, kita menyelami labirin mimpi Ciestte, tempat kenangan dan ketakutan berpadu menjadi satu.
__________________________________
ยฉแดณหกแตแถแดตแตแตแตแตโฐโนโน
[๐๐๐๐ก๐ ๐๐๐๐ค๐ฅ๐ฅ๐]
Kamar Ciestte adalah dunia yang tersembunyi di balik rak-rak buku yang menjulang tinggi hingga menyentuh langit-langit. Aroma kertas kuno, teh chamomile, dan sedikit aroma tinta menciptakan suasana damai yang kontras dengan pengetahuan berbahaya yang tersimpan di dalamnya. Sinar senja menari-nari di dinding, melukisnya dengan warna jingga keemasan, sementara poster pahlawan-pahlawan masa lalu seolah mengawasi, menantang Ciestte untuk mengikuti jejak mereka. Di tengah ruangan, sebuah meja kayu tua dipenuhi dengan buku-buku, catatan-catatan, dan peralatan tulis, saksi bisu dari kegigihan Ciestte dalam mempelajari rahasia dunia.
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ duduk di pangkuan ibunya, jari mungilnya menelusuri huruf dalam buku tebal.
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐l: (Membaca lancar, dengan nada serius) ...tahun 19A, The Void datang, menelan cahaya dan harapan. Mata mereka, merah dan ungu, adalah cerminan kehancuran. Perang ini... takkan pernah berakhir, kecuali...
๐จ๐๐ฉ๐ง๐(Ibu Ciestte):Lancar sekali membacanya, pintar sekali anak Ibu ini!
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ menyembunyikan wajah di d**a ibunya.
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐:Hehe... Ciestte hebat, kan?
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐:(dia menunjukkan buku dengan bangga.)Liat, Bu!
Sitri mengusap rambut Ciestte, pandangannya menerawang.
๐๐๐ฉ๐ง๐:iya, hebat. Monster-monster itu... The Void, ya?
๐๐๐ฉ๐ง๐: Ibu juga tak tahu siapa yang memberi nama aneh itu.
Ciestte Kecil mengerutkan kening, mengetuk-ngetuk dagu.
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: (Membaca dengan lancar, meskipun sesekali tersendat karena kata-kata yang sulit) ...tahun 19A, The Void datang... (mengernyitkan dahi) menelan... cahaya dan harapan. Mata mereka... (berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih serius) merah dan ungu... adalah cerminan kehancuran. Perang ini... takkan pernah berakhir, kecuali...
๐๐๐ฉ๐ง๐: (Senyumnya memudar, matanya menajam, menatap Ciestte dengan tatapan yang sulit diartikan)
๐๐๐ฉ๐ง๐:Ciestte, dari mana kamu tahu semua ini? (berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih rendah) Jangan bilang kamu... (menghela napas panjang) Jangan bilang kamu mengingatnya.
Ciestte tersentak, matanya membulat, lalu menunduk menyembunyi kan wajahnya.
Sitri menatap Ciestte, lalu menghela napas.
๐๐๐ฉ๐ง๐:Hmmm...mungkin saja. Masa sih? Tapi anak ini(gumamnya dalam hati)..
Sambil menundukkan wajahnya, ciestte melanjutkan membaca buku tentang monster ๐ฉ๐๐ ๐ซ๐ค๐๐
Jari Ciestte gemetar menyentuh halaman buku, seolah merasakan kehadiran The Void di dekatnya. Matanya terpaku pada gambar The Void, melihat bayangan dari apa yang akan hilang darinya.
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: (Berbisik) Kekuatan kita cukup, ya?
Sitri memegang bahu Ciestte, tatapannya Menusuk.
๐๐๐ฉ๐ง๐:Ciestte... kekuatan itu akan datang. Tapi ingat, Nak, setiap pilihan ada konsekuensinya.
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: (Kaget) Kedengaran, ya?
Ciestte Kecil mengangguk cepat, tersenyum.
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐:Iya, Bu! Aku janji akan melindungi semua orang, meskipun itu berarti aku harus mengorbankan diriku sendiri! (Dia mengatakan itu dengan mata berbinar, tapi ada sedikit keraguan dalam suaranya.)
Sitri tersenyum tipis, pandangannya penuh makna.
Terdengar ketukan pintu.
๐๐๐ง๐๐ค๐ฃ(Ayah Ciestte): (Dari balik pintu, suaranya terdengar riang) Ayah pulang! (Namun, sebelum Ciestte dan ibunya sempat menjawab, dunia di sekitar mereka mulai berputar, dan suara ayah Ciestte menghilang ditelan kegelapan.)
Kehadiran monster The Void tingkat 3 merobek ketenangan malam, menggantinya dengan aura teror yang membekukan darah.
Monster The Void tingkat 3 itu melesat seperti meteor yang jatuh, menghantam Zarion dengan kekuatan yang menghancurkan tulang.
Kesunyian memekakkan telinga tiba-tiba menyelimuti Ciestte, memutusnya dari dunia luar. Matanya kehilangan fokus, mencerminkan kehancuran yang baru saja terjadi.
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: (dengan suara bergetar, nyaris tak terdengar) Aku... aku tidak bisa lagi... Aku ingin bersama Ayah dan Ibu...
Ciestte mengulurkan tangannya ke arah monster The Void, tatapannya kosong dan tanpa harapan. Ia siap untuk mengakhiri penderitaannya, bahkan jika itu berarti mengorbankan nyawanya...
Namun, sebelum kegelapan merenggut Ciestte sepenuhnya, bumi bergetar hebat. Dari dalam kegelapan pekat, muncullah Ezekiel, naga bayangan yang mengerikan sekaligus anggun. Matanya menyala biru bagaikan api neraka, dan tubuhnya adalah perpaduan besi hitam yang berkilauan dengan awan hitam yang berputar-putar. Ia membuka mulutnya, dan raungan yang memekakkan telinga mengguncang jiwa, mengumumkan kedatangannya sebagai penyelamat yang terlambat.
Ezekiel mendarat dengan anggun, menciptakan gelombang kejut yang membuat debu beterbangan. Dari punggungnya, dengan hati-hati turun Mita dan Diria, wajah mereka dipenuhi debu dan air mata. Mereka berlari menghampiri Ciestte, harapan terakhir mereka.
๐๐๐ฉ๐: (terisak)Ciestte, jangan lakukan ini! Aku... aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku tanpamu. Kita sudah seperti keluarga.
๐ฟ๐๐ง๐๐: (dengan suara gemetar)Ciestte, kumohon... ingat semua yang kita impikan bersama. Masa depan yang kita janjikan. Jangan biarkan The Void merenggut semuanya.
Mita dan Diria (bersamaan, memohon): Ciestte, kami mohon, jangan menyerah. Kami masih membutuhkanmu.
Meskipun mendengar suara Mita dan Diria, Ciestte tidak bergeming. Ia merasa terlalu lelah, terlalu hancur untuk peduli. Ia hanya ingin semua ini berakhir.
๐๐๐ฉ๐: ciestte! Ayo pergi dari sini!
๐ฟ๐๐ง๐๐: benar kata mita, ayo kita pergi dari tempat ini!
๐ผ???: Diria, mita,dan ciestte ayo naik Ezekiel!
Ketika A??? menyebut namanya, Ciestte merasakan sentakan aneh di hatinya, sebuah bisikan yang mengatakan bahwa mungkin, hanya mungkin, ada harapan. Namun, ia terlalu takut untuk mempercayainya. Ia tidak tahan jika harus kehilangan orang lain lagi, jika harus merasakan sakit yang sama lagi. Lebih baik ia tetap dalaEzekiel adalah naga bayangan milik A???,yang bisa terbang kemana saja dengan mudah
Ezekiel adalah naga bayangan milik A???, yang bisa terbang ke mana saja dengan mudah. Diria dan Mita menatap Ciestte dengan sedih, lalu mengambil keputusan yang sulit. Demi masa depan mereka, demi harapan yang masih tersisa, mereka menaiki punggung Ezekiel, meninggalkan Ciestte dalam kegelapannya.
Tiba-tiba, tubuh Ciestte terasa seperti terikat oleh tali yang tak terlihat. Kekuatan yang tak dikenal menariknya dengan paksa dari tanah, membuatnya merasa seperti boneka yang dikendalikan oleh dalang yang kejam.
โ
Sebuah bisikan dingin dan menusukMenusuk menembus benak Ciestte, memerintahkannya untuk menaiki Ezekiel. Ia tidak bisa melawan, tubuhnya bergerak tanpa kendali, seolah ia telah kehilangan kehendak bebasnya.
โ
Cahaya aneh terpancar dari kejauhan, menyelimuti Ciestte dengan energi yang dingin dan mematikan. Kulitnya terasa seperti terbakar, dan pikirannya dipenuhi dengan suara-suara yang tak bisa ia pahami. Ia tahu, ia telah menjadi
Monster the void itu menghilang dan ciestte di bawa kedunia yang begitu Fantasy
Dalam sekejap, Ciestte terlempar ke dunia yang penuh dengan keajaiban dan kegelapan yang saling bertentangan. Pohon-pohon raksasa menjulang tinggi ke langit, sementara bayangan-bayangan aneh menari-nari di antara mereka...
โ
Dunia baru itu membingungkan, terasa asing sekaligus seperti rumah yang telah lama hilang. Perasaan paradoks ini semakin diperkuat oleh kehadiran kuat yang mengawasi dirinya, terasa seperti pelindung namun juga seperti predator yang mengintai...
Ciestte menatap sekelilingnya dengan tak percaya. Apakah ini surga? Apakah ini neraka? Atau apakah ini hanya ilusi yang diciptakan oleh Raja Bayangan untuk menggodanya?
Ciestte tidak tahu mengapa ia dibawa ke dunia ini, atau apa yang harus ia lakukan di sini. Ia merasa seperti bidak catur yang dimainkan oleh kekuatan yang tidak ia pahami. Tapi ia tahu, ia tidak bisa hanya berdiam diri dan menunggu. Ia harus mencari tahu apa yang terjadi, meskipun ia tidak tahu harus mulai dari mana.
Tapi yang jelas di sana begitu banyak orang, begitu banyak ras dari elf, neko, vampire, dan begitu banyak monster bayangan. Monster-monster bayangan itu, meskipun menakutkan, seolah menunggu perintah, seolah ada kekuatan yang mengendalikan mereka.
Ciestte tidak tahu mengapa ia dibawa ke dunia ini, atau apa yang harus ia lakukan di sini. Tapi ia tahu, ia tidak bisa hanya berdiam diri dan menunggu. Ia harus mencari tahu apa yang terjadi, dan bagaimana ia bisa melindungi dirinya sendiri. Namun, semakin ia mencoba memahami, semakin dunia ini terasa seperti mimpi yang tidak nyata...
[๐๐๐๐ก๐ ๐๐๐๐ค๐ฅ๐ฅ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐๐๐ฃ ๐ค๐๐๐ก๐๐ ๐ค๐๐๐]
___________________________________
ยฉแดณหกแตแถแดตแตแตแตแตโฐโนโน
Ciestte terbangun dengan keadaan kebingungan.
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐:(suaranya hampir tidak terdengar) mimpi ini berbeda dari mimpi sebelum-sebelumnya.
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: kenapa Lyra ada di sana, di antara monster-monster itu? Apa yang sebenarnya dia sembunyikan?
Adegan beralih ke A??? yang baru saja membantai ratusan monster dungeon di dunia yang berbeda dengan Ciestte.
A??? terbaring di tumpukan monster dungeon itu sendirian, napasnya terengah-engah dan keringat membasahi wajahnya.
๐ผ???: "๐ฏ๐๐
๐๐๐... (dengan suara serak)".
Dengan sisa-sisa kekuatan Raja Bayangan yang dimilikinya, A??? menghidupkan kembali monster-monster tadi dengan wujud baru, wujudnya hitam legam dan mata mereka menyala berwarna biru.
Monster-monster yang baru hidup itu langsung tunduk kepada A???, seolah merasakan aura kelelahan yang memancar dari tubuh A???."
[Close up.siapa kah A???, siapa Mita?, siapa Diria?, siapa Genesio?, siapa penyihir yang mengangkat Ciestte? Apakah Ciestte ditakdirkan untuk menjadi penyelamat, atau justru kehancuran dunia baru ini?]
ยฉแดณหกแตแถแดตแตแตแตแตโฐโนโน