MATA MATA?

1119 Words

Abizar garuk garuk kepala. "Rambutku mendadak gatal," Abizar tak percaya. "Ini seperti melawan ibu sendiri." Naya hanya tertawa, "Sudahlah." Abizar membuka lemari es dan meminum s**u langsung dari kotaknya. "Runa membolehkan kamu begitu?" tanya Naya. "Eh.. Aku lupa," Abizar berhenti minum dan kemudian melangkah ke lemari untuk mengambil gelas. Ia lalu menuangkan s**u ke dalam gelas dan meminumnya. "Oh ya, apartemenmu bagaimana? Dijual atau disewakan?" tanya Naya. "Kenapa?" Abizar meminum gelas kedua. "Kamu sapi atau apa?" Naya tergelak. "Minum s**u banyak banyak sekali." Abizar hanya tergelak. "Soal apartemen, aku berniat pindah ke apartemen. Kalau kosong, kamu jual atau sewa, aku ambil," ucap Naya. Abizar tergelak. Ia bergerak masuk ke kamar tidurnya. Tak lama i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD