"Di mana anak-anak saya Bi?! Jawab!!" "Tadi saat Ibu tidur, beberapa orang tak dikenal masuk sambil menodongkan pistol, mereka membawa Ico dan Ica pergi beserta Inah, katanya kalau saya membangunkan Ibu, mereka akan menembak Ibu saat Ibu bangun." Asisten itu kembali menangis usai bercerita. Inah, nama salah satu asisten rumah tangga Adis. Adis bingung antara percaya dan tidak percaya. Ini terlalu nyata untuk dianggap mimpi. Satu pesan baru masuk ke ponsel Adis. Si pengirim mengirimkan alamat tempat mereka membawa buah hatinya. '... jika ingin anakmu selamat, bawa dokumen rahasia perusahaan suamimu! Saya tunggu hari ini juga atau ucapkan selamat tinggal pada kedua anak manismu.' Adis mengambil kunci mobilnya lalu melajukannya ke tempat latihannya dan Kevan. . . 'Tempat pertemuan diu

