"Jadi pria yang Dokter lihat kemarin sedang dengan wanita lain itu suami Dokter Adis dan wanita itu sahabat kecilnya?" Tanya Gerry, Adis mengangguk dan tersenyum kecut karena harus mengingat kembali kejadian beberapa hari lalu yang membuatnya tidak ingin bertemu Kevan dulu saat ini. Beberapa menit lalu Gerry mengunjungi Adis di apartemen Edo dan mengajaknya mengobrol di kafe apartemen. "Maaf Dok seharusnya saya mengikuti kata Bagas untuk membawa Dokter pindah restauran saat itu." Adis menggeleng kecil, "ngga apa Ger, mungkin memang aku harus tahu." "Dokter tenangkan diri dulu kalau begitu sampai siap bertemu suami Dokter," lanjut Gerry. Adis tersenyum kecil, ia berpikir bahwa Gerry ternyata tak seburuk yang ia khawatirkan selama ini, "makasih yah Ger." Gerry mengangguk dan tersenyum,

