Pagi-pagi sekali Adis sudah bangun, bukan karena melaksanakan kegiatannya sebagai istri namun karena morning sick yang tiba-tiba ia mulai alami beberapa hari ini. Kevan dengan telaten memijat tengkuk istrinya yang masih membungkuk didepan westafel karena mual. Adis sempat limbung saat akan kembali berbaring di kasurnya, namun dengan sigap Kevan langsung memapah istrinya dan membantunya berjalan. "Aku buatin teh hangat dulu yah," Kevan mengusap lembut pipi Adis lalu beranjak menuju dapur. "Udah lebih enak?" Tanya Kevan setelah Adis meminum setengah gelas teh hangat yang diberikan Kevan. Adis mengangguk lemah. "Masih jam 3 Van, kamu tidur lagi gih," ucap Adis setelah mulai merasa lebih baik. Kevan kembali mengambil tempat di sisi Adis dan berbaring, begitu pula Adis. Sambil memeluk ist

