****** ****** "Katanya aku ini biang ribut, suka garuk-garuk p****t, cuek, jorok dan bukan tipemu. Sekarang kamu mau kita pacaran, depan orang-orang pula!" Maghia yang tadi diam saja ketika diseret Barry ke ruangannya, langsung meledakkan emosi begitu pintu tebal itu tertutup. "Mau ngerjain ya!" Dia menepis tangan Barry dan terus memperhatikan gelagat pria itu dengan tatapan tajam sambil berkacak pinggang. Yang bikin tambah marah, bukannya kasih penjelasan. Barry malah menyibukkan diri dengan membuka tutup botol air mineral, berkumur-kumur lalu meminumnya. Nggak cukup disitu, Barry membetulkan letak celananya yang nyelip sebelum duduk di sofa untuk tamu. "Ishhhh!" sudut bibir kiri Maghia naik ke atas dengan ekspresi jijik, ketika Barry bersendawa dengan keras lalu mengorek-ngorek hidun

