Bagian delapan belas

1419 Words

Jangan Lupa Vote dulu sebelum baca yes? Happy Reading ***** "Rombongan Bupati sudah menunggu. Sepertinya masalahmu kemarin sangat penting, sampai tidak bisa menemui mereka." Harris berkata sambil mengikuti Barry memasuki ruangannya yang terlihat mewah. Walau sudah mendengar alasan kenapa Barry meninggalkan kantor dengan terburu-buru, Harris tetap mau memastikan kebenaran kabar yang mulai berembus. Ekspresi Barry terlihat berat saat duduk di belakang meja marmer yang besar. Kepalanya pusing akibat kurang tidur, ditambah lagi laporan dari Harris membuat suasana hatinya semakin memburuk. Baru kemarin dia membuat kesepakatan yang merugikan dengan Oen Grup. Sekarang dia sama sekali tidak bisa menoleransi kerugian kalau pemerintahan kabupaten Berau menolak rencana pembangunan resort-nya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD