“Kedatangan kami sekeluarga kemari karena ingin melamar putri Pak Damar untuk menjadi istri dadi putra kami, Marko.” Darso mulai mengutarakan tujuannya datang bersama Romlah dan Marko. “Melamar! Apa nggak salah, mereka masih sama-sama menempuh pendidikan. Bahkan mereka saat ini kuliah di Universitas yang sama, dan sedang dalam semester akhir. Lalu bagaimana Bapak bisa berpikiran untuk melamar putri saya,” ucap Darma yang terlihat tidak menyetujui keinginan keluarga Marko. Darso hanya bisa diam mendengar jawaban Darma. Ia khawatir jika dirinya mengatakan alasan sebenarnya itu akan membuatnya salah di mata Marko. “Begini, Om. Saat ini Maura sedang mengandung anak saya, jadi karena itu kami datang kemari untuk melamar Maura.” Marko menundukkan wajahnya. Ia seakan takut menatap mata Damar

