“Maaf aku terlambat,” ucap Dewa yang sudah berdiri di hadapan Maura. “Nggak apa-apa, aku juga baru sampai,” ucapnya. “Silahkan duduk.” Maura mempersilahkan Dewa duduk di kursi yang ada di hadapannya. Beberapa saat Maura menatap wajah tampan Dewa. Wajah tampan yang hampir tiga tahun ini memperlakukannya bagaikan seorang ratu, serta memberinya cinta dan kenangan yang begitu indah. “Sekarang cepat katakan, apa yang ingin kamu bicarakan!” perintah Dewa yang sudah duduk di hadapan Maura. “Aku ingin membicarakan tentang pernikahan kita,” jawab Maura dengan ragu. Pria tampan itu terlihat tersenyum kecil sesaat setelah mendengar ucapan Maura. “Pernikahan kita. Aku rasa semua sudah jelas dan nggak ada lagi yang perlu di bicarakan.” “Mas! Selama ini kamu salah paham, Mas. Foto yang kamu

