Maura dan Damar datang ke persidangan dengan penuh harapan dan kekhawatiran. Maura, yang tampaknya sangat tegang, memegang tangan ayahnya untuk mendapatkan dukungan. Damar, sebagai ayahnya, berusaha memberikan semangat dan kekuatan kepada Maura, meskipun ia sendiri tidak bisa menyembunyikan kecemasannya. Persidangan hari ini merupakan momen penting, dan mereka berdua tahu bahwa hasilnya bisa berdampak besar pada masa depan mereka. Utami, dengan ekspresi penuh kebencian, mendekati Maura sebelum persidangan dimulai. Dengan nada sinis, ia berkata, "Maura, bersiaplah untuk menyandang status janda setelah ini. Persidangan ini sudah hampir berakhir, dan aku yakin semuanya akan sesuai dengan yang kami inginkan." Kata-kata Utami membuat suasana semakin tegang, sementara Maura mencoba menahan emos

