"Dasar anak bodoh tidak tahu diuntung. Berani-beraninya kau menyinggung orang terpenting dalam kemajuan perusahaan kita." Terdengar suara teriakan di balik panggilan. Bahkan, Albert sampai menjauhkan ponsel itu dari telinganya. [Maksud Papa apa, Al tidak mengerti?" "Bodoh! Minta maaf sekarang juga atau perusahaan kita akan hancur.] Albert melirik ke arah Zavier yang saat ini sedang duduk di sofa sambil mengangkat kakinya di meja. Meski ragu, tapi ia harus memastikannya sendiri. "Apa pria yang bernama Zavier yang Papa maksud?" Meski ragu, tetapi Albert tetap mengatakannya. Tentu saja karena beberapa saat yang lalu hanya Zavier yang memberinya ancaman. "Sudah tahu kenapa tanya. Dasar anak bodoh! Cepat minta maaf padanya, b******k! Kalau tidak, akan ku hapus namamu dari ahli waris."

