Chapter SP 3

1049 Words

"Pa? Izinkan Ray masuk, Pa! Ray mau bertemu dengan Rose, Ray mohon," mohon Rayyen dengan putus asa. Meskipun ia tahu pasti bahwa ayah mertuanya tidak akan pernah mengizinkannya. "Tidak semudah itu." Baskoro menatap Rayyen dari ujung kepala hingga kaki, "Jadi, kau sudah siuman? Kenapa kau tidak mati saja sekalian?" imbuh Baskoro mengharapkan kematian Rayyen. "Jadi, selama ini Papa tahu apa yang Ray alami?" tanya Rayyen terbelalak. "Tentu saja. Aku yang menerima panggilan dari rumah sakit. Aku mengatakan, kalau kau bukan siapa-siapa kami. Dan aku juga mengatakan bahwa kau seorang yatim piatu," balas Baskoro sambil berkacak pinggang. Pria setengah baya ini sepertinya tidak memiliki perasaan sama sekali. Dengan mudahnya menyumpahi menantunya agar cepat tiada. Terlebih, di depan orangnya l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD