"Hai, Pria Jahat!" sapa Jojo pada ayahnya. Sebelah bibirnya dinaikkan seolah sedang mengejek pria yang menghancurkan hidup ibunya. "Kenapa, Sayang?" tanya Zavier. Manik matanya berbinar melihat putranya menyapa untuk yang pertama kali. Dan untuk panggilan itu, ia merasa tidak ada masalah. Bahkan, ia sudah terbiasa dengan panggilan itu. "Kudengar kau mengidam berat. Apa itu sangat menyenangkan?" Jojo tersenyum mengejek mengetahui Zavier lah yang mengidam bukan ibunya. Rasanya sangat menyenangkan melihat pria jahatnya menderita. "Luar biasa, Sayang. Ayah sangat bersyukur bisa merasakan hal seperti ini. Karena memang ayah sendiri yang menginginkannya. Dan Tuhan, mengabulkan keinginan ayah," balas Zavier memancarkan kebahagiaan. Ini juga untuk pertama kalinya ia berinteraksi dengan Jo

