Obsesi Bukanlah Cinta

2788 Words

“Jadi, apa yang membawamu ke sini, Eka?" Entah sudah berapa kali Winda menanyakan hal yang sama kepada Eka, tapi adik lelakinya itu hanya berpura­pura tidak mendengar atau mengalihkan topik pembicaraan. Tidak terkecuali kali ini. Eka ma lah sibuk n1engutak-ati k remote TV mencari saluran siaran yang hagus. “Kau tidak bisa seenaknya datang ke sini tanpa memberitahuku alasannya," ucap Winda lagi. "Kau kakakku, seharusnya aku tidak membutuhkan alasan untuk datang mengunjungimu.” jawab    Eka akhirnya mematikan TV. "Seharusnya. Tapi kau tahu hubungan kita tidak seperti seharusnya." Eka menghela napas dan menaikkan kakinya satu persatu ke atas meja di hadapannya. la mulai merenggangkan tubuhnya dan menopang kepalanya dengan kedua lengan yang terlipat di belakang kepala. "let's set, kita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD