MMY 59

1718 Words

“Sakit enggak Mbak?”  “Hemmm.” Zakiya menjawabnya hanya dengan gumaman. Mata wanita itu terpejam, membuat Zhafif yang berada disampingnya dengan bertelanjang d**a menjadi tambah khawatir.  “Mbak,” panggil Zhafif lagi mengusap lengan Zakiya.  Terdengar decakan halus dari bibir Zakiya, kelopak mata wanita itu perlahan terbuka. Mata beningnya menatap Zhafif malas. “Saya ngantuk, Zhafif...” katanya dengan wajah benar-benar lelah. “Maaf,” kata Zhafif merasa bersalah. Zakiya mau tak mau terkekeh kecil. Di tatapnya pria yang kini sedang memandinginya khawatir. “Saya enggak papa, cuman ya gitu...” lidahnya terasa keluh untuk melanjutkannya. “Enggak usah cemas,” lanjut Zakiya yang baik-baik saja. “Mbak hebat banget,” ucap Zhafif pelan membuat pipi Zakiya memerah. Sebenarnya hal ini yang wani

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD