“Bunda mana, Yah?” Sama seperti Zacky yang tengah mencari keberadaan wanita yang ia sayangi, Zhafif ikut menggerakan kepalanya mencari keberadaan Zakiya. Namun, tidak menemukannya dimana pun, tidak mungkin wanita itu belum pulang sebab mobilnya sudah berada di garasi, tempat terakhir yang memiliki peluang paling banyak kebaradaan Zakiya adalah kamarnya. “Mungkin di kamarnya, Zac,” jawab Zhafif. “Ayo mandi, biar Ayah siapin air hangatnya.” Karena sudah cukup larut, Zhafif memutuskan untuk memandikan Zac dengan air hangat. Ia juga memperhatikan bocah itu di depan pintu kamar mandi agar tak terlalu lama. “Ada PR enggak?” tanya Zhafif pada Zac yang sedang menguap di atas kasurnya. “Enggak ada, Yah.” Geleng bocah tujuh tahun itu mengingat. “Kalo begitu langsung tidur aja.” “Selamat tidur,

