"Aila... Popok Batri mana?" aku menoleh menatap Kak Gilang yang sedang kerepotan ingin memakaikan pakaian untuk si kembar. Batrisya yang artinya cerdas, kami berharap nantinya saat dia besar nanti akan menjadi perempuan yang cerdas tetapi bukan hanya cerdas di pendidikan saja tetapi dalam segala hal baik dalam berpikir ataupun bertindak. Dan aku dan kak Gilang memilih memanggilnya dengan sebutan Batri. Rashad yang berarti tegas dan tidak menyalahkan. Kami berdua berharap nantinya dia akan menjadi laki-laki yang tegas dan tidak pernah menyalahkan siapapun walaupun sebenarnya salah. Kami memilih memanggilnya Rasha. Saat ini aku sedang memasukkan pakaian si kembar kedalam lemari mereka yang memang berada di kamar kami. Bayi berumur 4 bulan itu menatap ayahnya sedang sibuk mencari diman

