Aku menatap haru keluargaku yang sedang sibuk menatap dua bayi mungil disana, mereka kadang tertawa hanya karena tingkah ajaib keduanya. Aku memilih memejamkan mataku mencoba istirahat setelah seharian penuh kemarin menahan rasa sakit yang benar-benar luar biasa. Semalam tepatnya jam 12 malam akhirnya Putri pertama kami lahir disusul beberapa menit kemudian putra kedua kami lahir. Ya,mereka berdua sepasang. Bayi cantik dan juga bayi ganteng yang sangat menggemaskan keduanya bahkan mempunyai lesung pipit sperti kak Gilang, wajahnya juga semuanya turunan Kak Gilang kecuali warna matanya dariku. Hitam tapi agak kecoklatan. "Terimakasih." gumaman itu membuatku membuka pejaman mataku, menemukan kak Gilang yang sedang berdiri didekat bankar ini. Dia mengelus pelan kepalaku yang terbaluti jil

