“Terimakasih, Arga,” kata Brian saat keduanya berjalan meninggalkan cafe. Arga hanya tersenyum dan berjalan. Keduanya berjalan ke arah parkiran. Saat sudah memasuki mobil, Arga penasaran dengan maksud Brian yang mengatakan bahwa Leon pernah jahat kepada dirinya. Iapun bertanya. “Brian? Tadi kamu bilang kalau Arga pernah jahat sama kamu?” Brian yang sedang memasang sabuk pengaman, menjawab. “Iya, pernah.” “Pernah beneran?” Arga memastikan lagi. “Iya. Aku masih ingat kok, kalau Leon pernah jahat. Tapi aku udah maafin.” “Jahat gimana?” Arga sengaja melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah, untuk memberi waktu pada Brian agar menyelesaikan ceritanya. “Waktu itu Leon marah saat aku ngelihat bukunya,” jawab Brian dengan mata berkaca-kaca. Arga yang sadar bahwa Brian akan segera menang

