“Buka!! Ma? Bu- ... uhuk.” Tangan Leon menggapai udara di depan wajahnya. Ia berusaha keras menghirup oksigen untuk mengisi paru-parunya. “Maa??” Suara Leon semakin kencang memanggil sang mama. “Leon? Leon bangun!” Dr Paula berusaha menyadarkan Leon. Dini hari yang sepi itu berubah menjadi kepanikan. Dr Paula dan Celine bingung harus membangunkan Leon bagaimana. Pasalnya, Leon tidak sadar-sadar setelah dua puluh menit berteriak kencang memanggil mamanya dan memohon untuk dibukakan entah apa. Dr Paula sampai mengucurkan keringat di wajahnya. “Leon ... bangun.” Celine membantu mamanya untuk menyadarkan Leon. “Ma?” lirih Leon sambil menatap mata dr Paula. Dr Paula hampir saja meneteskan air matanya, membasahi jemari Leon yang entah bagaimana berada di kedua pipi dr Paula. Leon ters

