Sayang

2735 Words

    Princess menarik tangannya kasar dari genggaman tangan Tano. Princess terlihat marah dan hal itu disadari oleh Tano. Pemuda satu itu berdiri menghadap Princess yang memang menolak untuk melangkah lebih jauh. Kini, keduanya memang tengah berada di lahan parkir club malam. Tano menatap Princess dengan datar. Tanpa bisa ditahan, Tano pun bertanya, “Kamu marah?”     “Bagaimana bisa aku tidak marah saat kamu bertingkah seperti itu pada Hesa?! Kamu secara tidak langsung menuduh Hesa akan melakukan hal-hal buruk padaku! Apa kamu tidak berpikir jika tuduhan seperti itu sangat terasa menyakitkan?!” tanya Princess dengan suara langtang. Namun, Tano sama sekali tidak terlihat takut atau terkejut dengan apa yang dikatakan dan ditunjukkan oleh sahabatnya satu ini.     Tano masih bertahan dan mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD