“Ap—hmp?!” Tano melotot pada Princess yang kini tengah membungkam mulutnya menggunakan telapak tangannya. Princess balas melotot dan membuat Tano bungkam seketika. Tano mengerti dengan apa yang diinginkan oleh Princess dan segera bersikap normal kembali. Saat itulah Princess melepaskan bungkamannya dan duduk kembali dengan tenang di tempatnya. Kini, Princess dan Tano memang tengah berada di sudut perpustakaan luas sekolah mereka. Tidak ada Zico bersama mereka, karena Zico tengah mengurus beberapa hal di ruang Tata Usaha. Tentunya, kondisi ini sangat menguntungkan bagi Princess karena dirinya memang ingin berbicara empat mata dengan Tano. Ya hanya dengan Tano. Karena Princess masih tidak percaya dengan pemuda yang kini tinggal satu rumah dengannya itu. “Apa aku tidak salah den

