PART 22

1457 Words

"Jadi ini pertandingan terakhir kamu, ya?" tanya Derren dengan wajah sedihnya. "Jangan pura-pura sedih di hadapanku. Aku akan sering datang ke sini untuk melihat perkembangan kalian ketika aku pergi. Terutama kamu," kata Rei panjang lebar kepada laki-laki di depannya yang berumur satu tahun di bawahnya itu. Derren menatap Rei dengan mata berkaca-kaca. Derren membuka tangannya lalu maju untuk memeluknya namun Rei mendorongnya sampai Derren terjerembab di sofa belakangnya. "Tetap jahat seperti biasa." Bangunan tua ini berada tak jauh dari kosan Rei. Sebelumnya ini adalah rumah dari Kakek Seji yang dibiarkan begitu saja oleh orang tuanya. Meskipun tidak begitu besar, tetapi bangunan dua lantai ini cukup untuk menjadi tempat berkumpul bahkan tempat tinggal bagi 21 orang di dalamnya. Seji me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD