Rei meletakkan beberapa tangkai mawar yang masih segar di samping tempat tidur Elle. Perempuan itu masih menutup matanya, membiarkan Rei dengan leluasa mengamati wajahnya. Merasa telah berdiri terlalu lama, Rei menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur Elle. Menyentuh tangan perempuan itu dengan ringan. "Selamat pagi, El. Kamu cantik hari ini," ucap Rei. "Aku belum pernah bilang bahwa dirimu adalah perempuan paling cantik yang pernah aku temui. Kalau aku berkata begitu, aku tahu kamu akan menertawakanku, El." Bulu mata lentik Elle sedikit bergoyang, bibir pucat perempuan itu bergerak dengan perlahan. Rona merah yang sering Rei lihat di wajah Elle tidak terlihat lagi. Perban di kepala Elle sudah di buka dua hari yang lalu, tidak ada masalah lagi dengan kepalanya. Dokter mengatakan E

