Jam telah menunjukkan pukul 8 pagi. Hari ini adalah hari sabtu, di mana sekolah Alea libur karena mengikuti kegiatan full day. Seperti yang direncanakan kemarin malam, hari ini dia akan pergi menemui Keano di rumahnya. Dia tidak mengabari cowok itu terlebih dahulu karena Alea tahu kalau pacarnya itu sedang sakit jadi dia membutuhkan istirahat yang cukup. Alea membawakan sekantong kresek makanan untuk pacarnya itu. Dia telah berdiri di depan pintu rumah Keano. Tinggal mengetuk pintu orang yang ada di dalam sana pasti akan membukakan pintu untuknya. “Ayo Al, percaya deh pasti orang tua Keano baik.” Alea menyemangati dirinya sendiri. Ia menarik nafasnya lalu menghembuskannya bertujuan untuk mengurangi rasa gugup yang Alea rasakan bisa sedikit hilang. TOK! TOK! Alea mengetuk pintu te

