Part 9

711 Words
Zea berpikir untuk masuk ke dalam kelas menggambil tasnya sekaligus meminta bantuan Cassie untuk diantar pulang ke mansion keluarga gilbert. Akan tetapi pada saat Zea telah berada di depan pintu suasana didalam kelas seakan hening seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan didalamnya. Zea memiliki feeling kalau di dalam telah ada dosen yang sedang mengajar mata kuliah. Zea memberanikan diri untuk masuk ke dalam kelas dengan sopan sambil mengetuk pintu terlebih dahulu. Ketika Zea membuka pintu, tiba-tiba saja semua mata & perhatian tertuju padanya. Cassie menatap Zea dengan intens seakan memberikan isyarat kepada Zea untuk menyampaikan kata maafnya karena kelupaan memberi tahu informasi tentang kepribadian yang dimiliki oleh Dosen baru pengganti prof Robert. Cassie mendapatkan sedikit informasi mengenai dosen barunya itu dari tunangannya yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Robertos' family. Tunangan Cassie kebetulan sekali sepupu dari Lay, disaat semua mahasiswa dikelas sedang memperhatikan Lay menjelaskan materi tiba -tiba knop pintu terbuka dan munculah Zea dari balik pintu. "Permisi, maaf pak saya masuk kelas terlambat.." ucap Zea kepada dosen mata kuliah ilmu hukum bisnisnya itu. "Iya silakkan saja, tapi kamu sebaiknya tutup pintunya dari luar dan jangan berani masuk ke kelas saya jika terlambat. Saya baru saja menyampaikan tata tertib selama saya mengajar kepada teman-teman kamu, sillakan tanya pada mereka apa saja tata tertibnya. Kalau kamu mengerti silakkan keluar dari kelas saya, dan yah pintunya berada di sebelah sana, sekedar mengingatkan kalau saja kamu lupa letak pintu berada." kata Lay dengan tegas mempersillakkan Zea keluar dari kelasnya. Semua mahasiswa yang berada di dalam kelas sunyi seketika, ketika melihat aura dingin, ketegasan yang ditunjukkan oleh Layzka Atteza Roberto. "Baik pak, saya mengerti dan tidak perlu bapak ingatkan letak pintu keluar dimana saya masih inget kok pak." balas Zea yang dengan raut muka ketidaksukaannya. Akan tetapi Zea tetap menjaga batasannya dalam beretika kepada dosennya itu. Kemudian Zea keluar dari kelas Lay sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh dosennya Lazka Atteza Roberto. "Nyebelin banget tu sih dosen songong, Ini pertama kalinya gue di permalukan dan di perlakukan tidak mengenakkan di depan kelas seperti tadi. Lebih baik gue pulang aja minta jemput supir, tapikan tas gue di kelas & ponsel gue mati kelupaan nge charger." ucap zea mendumel sepanjang jalan. Lalu, Zea berinisiatif menuju ke gedung Akuntansi, belum sampai tempat yang dituju. Zea kebetulan bertemu dengan Belinda dan Olive di jalan menuju ke gedung Akuntansi. "Woy lo berdua, kebetulan banget gue baru aja mau nyamperin kalian" ucap Zea kepada olive & belinda. "Tumben banget lo nyamperin kita. Biasanya juga whats' up atau nggak telepon langsung kita. Lo kan paling mageran banget anaknya dari kita-kita." Tanya belinda dengan heran. "Woy Zea tu muka lo kenapa lecek banget, lo mirip banget sama baju yang belum disetrika" gurau olive menghibur Zea. "Mood gue hari ini ancur banget, ntar gue ceritain kalau mood gue udah lebih baik. Lo tau gue banget bel wkw, ponsel gue habis batre lupa gue charger. Gue nyamperin lo pada karena mau pinjem mobil salah satu diantara kalian, yang mau dengan sukarela pinjemin gue mobil. Gue nggak bawa mobil hari ini gue dianter sopir, apesnya lagi tas gue tertinggal di kelas. Males banget gue ke kelas lagi cuma buat ambil tas ogah banget." Jawab Zea meluapkan kekesalannya pada Olive dan Belinda. "Oh gitu kirain ada hal sepenting apaan, Lo tinggal pilih aja mau pinjem mobil gue atau belinda" balas olive kepada Zea. "Gue pinjem mobil belinda aja deh, ntar kalau gue sudah sampai mansion gue balikin mobil lo lewat supir gue, dia yang bakal balikin." ucap Zea kepada sahabatnya. "Santai aja kali Zee loh mah kayak sama siapa aja, seolah-olah kita baru kenal. Udah lama banget kali woy kita sahabatan wkwk. Gue parkir di tempat biasa lo pasti tau kan, jangan bilang lo amnesia juga." balas belinda kepada zea dengan menyungingkan senyuman sambil memberikan kunci mobilnya. " Gue duluan ya gengs, thanks ya" pamit Zea kepada sahabatnya. "Cukup sampai disini dulu pertemuaan mata kuliah ilmu hukum business hari ini. Saya harap besok tidak ada lagi mahasiswa di kelas saya yang datang terlambat dengan alasan apapun." jelas lay menutup perkuliahan pada hari ini kepada mahasiswanya. Setelah Lay selesai mengajar di kampus, Lay melanjutkan agendanya selanjutnya ke Attezas' Company untuk bertemu dengan dewan direksi membahas mengenai penetapan secara resmi proporsi deviden yang akan dibagikan kepada para investor. €€€
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD