Atezzas' Company, perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan di Indonesia yang dimiliki oleh Layzka Atezza Roberto. Perusahaan yang dibangun oleh Lay dari nol tanpa campur tangan dari kedua orangtuanya Mr & Mrs Roberto.
Walaupun berasal dari anak pasangan pengusaha konglomerat tapi Lay mampu membangun perusahaannya sendiri yang dimulai sejak dia menempuh bangku pendidikan di sekolah menengah atas. Lay sangat disiplin dalam menyisihkan uang sakunya. Uang saku yang telah disisihkan lay setiap hari digunakan untuk dibelikan reksadana & peer to peer lending.
"Lay umur kamu sudah tidak muda lagi walaupun penampilan kamu terlihat keren seperti papa, kamu pasti tahu arah pembicaraan kita. Papa & Mama telah memberikan kesempatan yang telah kami berikan untuk kamu menentukan pasangan hidup kamu sendiri, tapi kamu mengabaikannya. Sekalinya ada tapi papa dan mama kurang setuju dengan pilihan kamu." ucap papa Lay Mr Roberto dengan nada serius dan terlihat sangat dingin.
"Lay akui papa bener, tapi pa lay bukannya tidak menganggap serius ucapan papa & mama. Lay masih ingin menyibukkkan diri dengan pekerjaan pa, saat ini itu dunia lay pah, untuk urusan asmara lay belum memikirkannya." Jelas lay dengan hati-hati kepada kedua orang tuanya.
"Lay,.. kamu masih inggat kan dengan janji kamu di hari ulang tahun mama tadi malam. Permintaan mama cukup sederhana sebenarnya untuk kamu lakukan. Bukan tentang finansial ataupun materi yang mama dan papa minta sama kamu, kami tidak membutuhkan itu semua karena mama dan papa sudah memiliki semua yang kami inginkan dari segi materi. 2 bulan kedepan kamu akan segera menikah dengan wanita pilihan mama & papa yang sudah kami atur sebelumnya. Kamu tenang aja, kami telah mempersiapkan segalanya dengan cukup baik. Yang harus kamu persiapkan ialah cukup dengan sikologis kamu saja." Ucap Mrs Roberto yang tak kalah dingin dari sang suami.
"Ini bukanlah sebuah penawaran ataupun permintaan tapi perintah yang harus dilakukan Lay." Timpal sang papa Mrs Roberto.
"Mama dan Papa tahu pasti, ketika Lay sudah berjanji maka lay tidak bisa mengingkarinya. Tapi ma-pa,...untuk masalah kali ini sangat berbeda. Lay masih ingin memperluas dan membangun busnis pa, dan tolong beri Lay kesempatan untuk terus memperbaiki dan mengembangkan kemampuan diri." Tolak lay kepada orang tuanya dengan halus.
Mr & Mrs Roberto tidak patah semangat dan menyerah begitu saja untuk membujuk lay setuju dengan pernikahan yang telah direncanakan Mr & Mrs Roberto.
"Kamu akan tetap bisa fokus dalam mengembangkan business setelah menikah, jangan terlalu banyak berdalih lay. Kamu tahu apa yang akan papa lakukan jika ada orang yang berani menolak keinginan papa. Sekalipun orang itu adalah anak papa sendiri. Dan kamu hanya punya satu pilihan saja yaitu menerimanya dengan lapang d**a. Konsekuensinya kalau kamu menolak perjodohan ini, semua fasilitas beserta aset yang kamu miliki akan papa sita semua. Kamu ingat, lebih dari 70% saham Atezzas' Company, papa yang memilikinya." ancam Mr Roberto kepada anak semata wayangnya.
" Okay, Lay setuju dengan keputusan apapun yang kalian ajukan. Karena percuma saja jika menyampaikan aspirasi berakhir dengan penolakan." Balas Lay pasrah pada takdirnya.
" Kau tidak ingin mengetahui dengan siapa kami menjodohkan kamu?" tanya Mrs Roberto sang ibu kepada anaknya.
"Nggak ma-pa,.. Lay tidak tertarik dengan topic pembicaraan kali ini" Jawab Lay malas.
"Kamu tahu keluarga Gilbert bukan? Partner business Robertos' Company. Papa yakin kamu tahu betul arah pembicaraan ini." ucap Mr Roberto sedikit menghangat.
Kemudian lay pergi begitu saja tanpa membalas apa yang telah di katakan sang papa. Lay meninggalkan meja makan mansion menuju ke kamarnya di lantai atas untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu karena sang mama memintanya untuk menemuinya di ruang makan mansion.
"Mama & Papa kenapa harus ikut campur urusan pribadi gue sih, bodoh amat deh mau dijodohin sama siapa aja gue nggak peduli. Toh percuma kalau gue bersih keras menolak kemauan mereka, bakalan ribet kedepannya nanti. Tapi gue berharap semoga saja orang yang mau dijodohin sama gue menolak perjodohan ini. Siapa sih yang mau dijodohin di zaman yang sudah modern seperti ini, bisa hancur repotasi gue kalau sahabat-sahabat gue tahu." Lay membatin pada dirinya sendiri.
€€€