Erwin dan Danisa baru saja menempatkan dirinya di kursi santai pada saat Riezka datang bersama dengan Daniel yang mengikutinya di belakang. Riezka terlihat marah sementara Daniel, seperti biasanya menjadi lelaki yang harus bisa mengendalikan emosi kekasihnya. “Ada apa? Kalian bertengkar lagi?” tanya Danisa tanpa berniat merubah posisi duduknya. “Aku rasa pertanyaanmu salah. Mereka tidak pernah bertengkar yang terjadi adalah Riezka marah sendirian,” jawab Erwin terkekeh. Di depannya Daniel nyengir karena ucapan Erwin ada benarnya. “Daniel, aku dengar kau mau melamar Riezka, sudah yakin dengan rencanamu?” goda Erwin sambil melirik Riezka yang masih cemberut dan tidak mau bicara. “Tentu saja yakin. Kalau tidak, untuk apa aku masih berada di sini,” jawab Daniel. “Benarkah, lalu kenapa ka

