“Mah, ini gimana? Sudah ok belum?” tanya Sierra yang kini menyela obrolan ibu dan adiknya yang berada di depannya. Sierra sudah memakai gaun merah maroonnya. Marini yang merasa dipanggil langsung menoleh dan mengamati anak sulungnya yang terlihat sempurna dengan balutan gaun rancangan Malika. Sienna jadi menegakkan tubuhnya dan ikut mengamati kakanya. “Bagus Ka. Udah, perfect!” puji sang mamah yang kemudian diiringi kedua ibu jarinya yang mengacung. “Bener nih Ka ga ada yang mau diubah lagi?” tanya Malika pada Marini setelah menyesap kopi hangatnya yang tadi dibawakan Sienna. “Heeh, udah bagus kok. Makasih ya Adikku,” Marini langsung memeluk Malika dari samping dan mengucapkan terima kasih pada adiknya itu. “Sama-sama Kakaku,” Marini mengelus sayang pipi kakanya.

