Tian langsung melihat Aleta yang ingin melangkah menjauh darinya. Tapi ia langsung menarik tangan Aleta. Aleta yang tak siap langsung terkesiap mendapatkan perlakuan dari Tian, kekasihnya. “Mau ke mana? Sini duduk sebelah aku,” ucap lelaki itu dengan nada yang dibuat semanja mungkin. “Aku mau masak, laper banget Tian!” kata Aleta yang protes dengan kalimat permintaan dari kekasihnya itu. “Sini dulu, aku kangen!” kata Tian yang langsung menepuk sisi kosong di sofa yang ia tempati. “Ga usah masak, kita order makanan aja yang ada di bawah. Kemarin aku ketemu tetanggaku, di bawah dia baru aja buka resto Chinese food gitu. Katanya kalau aku mau pesen, aku dikasih discount. Daripada kamu cape, mending kita peluk-pelukan! Sebentaran juga makananya dateng.” Sambung Tian samb

