“Sienna!” panggil seorang gadis yang suaranya sudah ia hafal di luar kepala. Sienna langsung terpaku di tempatnya dan melihat gadis yang setengah berlari untuk segera ia sampai di dekatnya saat itu. “Ngapain sih pake lari-lari?” tanya Sienna sebal pada sahabatnya yang sekarang sudah berada di sampingnya dan mengatur nafasnya yang berantakan karna habis berlari. “Haduh cape banget. Gw dari parkiran udah manggil-manggil lo. Tapi lo ga denger. Disumpel sih ini kupingnya!” Aleta langsung menjewer kuping Sienna pelan. “Sakit!” protes Sienna berpura-pura kesakitan. Mereka berdua kemudian tertawa karna melihat tingkah Sienna yang begitu meyakinkan. “Seneng banget sih ketawanya? Emang udah pada belajar? Yakin bisa jawab pertanyaan saya di ujian nanti?” t

