MPL - Chapter 16

2006 Words

                Setelah mendengarkan ucapan dosen tampannya itu, Sienna malah menggedikkan bahunya acuh dan masih mengerucutkan bibirnya. Melihat reaksi itu, Dante langsung berfikir sejenak untuk bisa berduaan lebih lama dengan gadisnya. Ia tentu tidak mungkin membawanya ke apartnya langsung di hari pertama mereka berdua kencan. Ehmm … kencan? Sepertinya hanya lelaki itu saja yang merasakan atmosfer kencan. Tapi tidak dengan Sienna. Ia tentu tau, gadisnya itu tidak mungkin melakukan kencan dengan lelaki lain selain Arik, kekasihnya. “Bagaimana kalau kita ke pantai?” usul pa Dosen pada Sienna yang sekarang sedang bersedih.                 Tentu saja dihiasi dengan senyuman di bibirnya. “Ide yang bagus Pa.” Kata Sienna sambil tersenyum sumringah yang ia tampilkan pada bibirnya.       

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD