MPL - Chapter 21

1312 Words

“Bagaimana dengan magang kamu, Rik? Apa benar kamu mau menjadi pengusaha seperti yang papihmu inginkan?” tanya Abram pada kekasih anak keduanya itu sambil berlari di treadmillnya. “Tadinya sih aku ga mau Om. Cuma mau bagaimana lagi, setelah aku fikir-fikir siapa lagi yang akan meneruskan bisnis papih kalau bukan aku.” Ujar lelaki itu sambil berlari di treadmill sebelah calon mertuanya. “Ya, sebagai anak kamu juga perlu menuruti keinginan kedua orang tuamu. Lagipula, orang tuamu tidak mungkin menjerumuskan kamu ke dalam hal tidak baikkan. Begitu juga dengan om. Om bangga sama anak-anak seperti kamu, Rik. Kamu tidak mengandalkan emosi untuk menanggapi permintaan kedua orang tuamu.” “Emosi sih pasti Om. Kan impianku ingin jadi pengacara seperti Om. Membela orang-orang yang mungkin buta a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD