Bab 29 KecelakaanMendadak

1060 Words
Mengamati Li Jie di kursi pengemudi, Qin Feiyan tiba-tiba merasa bahwa dia sangat berbeda. Apakah dia masih orang yang sama seperti yang dia kenal? Kemunculannya yang tiba-tiba hari ini dan ucapan bahwa dia tak ternilai sangat menyentuh Qin Feiyan. Untuk pertama kalinya, dia merasa bisa mengandalkan seseorang. "Menepi," kata Qin Feiyan setelah menatap kosong padanya. Li Jie menepi dan menatap Qin Feiyan. "Ada apa?" "Maaf," kata Qin Feiyan setelah diam untuk waktu yang lama. "Tentang apa?" Li Jie bingung. "Aku menemukan seseorang untuk memeriksa lukisan itu. Itu asli. Aku salah menuduhmu." Mata Qin Feiyan memerah. "Ini ... "senyum Li Jie merekah. "Tidak perlu dipikirkan. Aku sudah melupakannya." "Seharusnya aku tidak ... tidak mempercayaimu." seru Qin Feiyan pelan. "Sayang." Li Jie tiba-tiba memegang tangan Qin Feiyan. Karena terkejut, Qin Feiyan tanpa sadar ingin menarik tangannya, tetapi saat kedua matanya melihat tatapan tenang Li Jie, dia menyerah. Namun, jantungnya mulai berdebar kencang karena ini pertama kalinya dia berhubungan seintim itu dengan Li Jie. Selama tiga tahun pernikahan ini, dia tak pernah berhubungan sedekat ini dengan Li Jie. "Feiyan, selama kamu percaya padaku, itu yang terpenting. Aku tidak peduli dengan orang lain. Aku sungguh-sungguh," ucap Li Jie perlahan. "Apa hanya kamu sendiri yang mengetahui lukisan itu asli?" Qin Feiyan mengubah topik pembicaraan. "Aku membelinya karena aku pikir itu indah. Setelahnya, aku meminta seseorang untuk memeriksanya dan memastikan itu asli," kata Li Jie. "Apa kamu tahu berapa nilai lukisan itu?" "Berapa?" "Setidaknya seratus juta." Li Jie pura-pura kaget dan berseru, "Apa?! Seratus juta?!" Dari reaksinya, Qin Feiyan tahu bahwa dia telah membeli lukisan itu karena keberuntungan dan merasa kecewa. "Apa kamu menyesal telah menghadiahkan lukisan yang begitu berharga untuk nenekku?" "Selama kamu bahagia, aku tidak akan menyesal," ujar Li Jie riang. "Kamu hanya bersikap baik." Qin Feiyan memutar matanya ke arahnya. "Aku tidak bisa lebih serius lagi," jawab Li Jie. "Keluar dari mobil," teriak Qin Feiyan tiba-tiba. "Kenapa?" Li Jie tertegun. "Kembalikan mobil nya. Aku sangat berterima kasih atas sikap baikmu meminjam mobil untuk menjemputku. Mereka semua iri padaku sekarang. Tapi aku harap kamu bisa lebih jujur dalam apapun yang kamu lakukan. Kembalikan cincin ini juga." Qin Feiyan membuka pintu dan keluar. "Feiyan, mobil ini ... Li Jie ingin menjelaskan bahwa ini adalah hadiahnya untuknya. "Jangan bicara. Kembalikan saja mobil dan kalungnya." Qin Feiyan menyela dia. "Ini ... oke kalau begitu." Li Jie mengangguk dengan enggan. Dia mengendarai limusin adalah perubahan mendadak bagi Qin Feiyan, jadi dia mengerti bahwa dia merasa sulit untuk menerimanya. Namun, dia percaya bahwa suatu hari, dia akan percaya bahwa semua hal bagus ini miliknya. "Bagaimana kalau aku mengantar kamu pulang terlebih dulu?" Li Jie menyarankan. "Kamu tidak perlu melakukannya. Ini terlalu mencolok," kata Qin Feiyan dingin. "Baiklah kalau begitu," ucap Li Jie sedih. "Kalau begitu aku kembalikan mobil ini dulu." "Oke." Qin Feiyan mengangguk. Li Jie membuka pintu dan hendak masuk ke kursi pengemudi ketika Qin Feiyan tiba-tiba memanggilnya. "Li Jie." "Apa?" Li Jie menghentikan langkahnya"Bawa aku bekerja besok dengan motor listrkmu. Aku lebih terbiasa dengan itu daripada Rolls Royce ini," kata Qin Feiyan. "Baik!" Li Jie menjawab sambil kegirangan. Apakah ini langkah pertamanya untuk menerimanya sebagai suaminya? "Pergilah," kata Qin Feiyan dengan wajah datar. Lalu dia berbalik dan pergi. "Oke." Li Jie buru-buru mengangguk. Dia masuk ke kursi pengemudi dan pergi, bersemangat dan bahagia. Qin Feiyan juga tersenyum tipis diwarnai kepuasan. Rolls Royce menarik perhatian orang-orang yang lewat. Namun, pikiran Li Jie tidak tertuju pada limo senilai 10 juta ini melainkan pada kata-kata Qin Feiyan yang telah membuatnya bersemangat. "Oh tidak!" seru nya. Dia mendongak dan ketakutan. Karena kegirangan, dia lupa memperhatikan jalan, sehingga tidak melihat seorang wanita berdiri di tengah jalan. Kini mobilnya hanya berjarak beberapa meter dari wanita itu, dan lajunya terlalu cepat, sehingga dia tidak mampu menghentikannya tepat waktu. Saat akan menabrak wanita itu, Li Jie membanting stirnya ke arah lain. Rolls Royce menabrak tiang telegraf di pinggir jalan. Kap mobilnya penyok parah. Kantung udara mengembang, dan Li Jie selamat. Li Jie cemas dan segera memeriksa wanita itu, jadi, tanpa melihat limo barunya, dia buru-buru membuka pintu mobil dan turun. Ketika dia meilihat wanita itu baik-baik saja, dia menghela napas lega. Kemudian dia menyadari bahwa mobil barunya telah tertabrak, yang menyebabkan kerugian ratusan ribu yuan, dan penyesalan menyelimuti dirinya. Namun, saat ini, ada mobil lain melaju kencang. Wanita itu sama sekali tidak menyadarinya dan masih berdiri di tengah jalan dengan linglung. "Sial itu! Apa yang dia lakukan?! " Li Jie mengumpat dalam hati. Dia segera mengerahkan Qi yang ditanamkan kedalam tubuhnya oleh kaldron misterius itu. Seketika, energi yang kuat mengalir di dalam dirinya, dan dia melesat seperti anak panah yang tajam. Dia meraih pinggang wanita itu dan berguling ke pinggir jalan. Namun, mobil itu terlalu cepat dan Li Jie agak lebih lambat, sehingga mobil itu melewatinya. Li Jie terhempas jatuh kebelakang oleh hantaman dahsyat ini. Lengan dan kakinya terserempet, darah mengalir deras. "Apa yang kamu lakukan?" Mobil itu herhenti dan seorang pria keluar. Dia meneriaki Li Jie, "Apakah kau buta?" Meskipun diselimuti rasa sakit yang hebat, Li Jie berdiri dengan susah payah dan bertanya, "Kamu menabrak seseorang, namun kamu punya keberanian untuk memarahi orang itu?" "Kamu yang tidak memperhatikan lalu lintas! Kamu harus bersyukur bahwa kamu tidak terbunuh! Kamu berani berdebat denganku?!" amuk pria itu. "Nona, apa kamu baik-baik saja?" Li Jie sedang tidak ingin bertengkar dengannya. Dia menunduk dan memperhatikan bahwa mata wanita itu tertutup rapat, dan giginya bergemeletuk. Dia jelas sangat kesakitan "Apa yang sedang terjadi?" Li Jie terkejut. Wanita ini bukan sengaja berdiri di tengah jalan tapi dia memang sudah kesakitan untuk bergerak sebelumnya. "Sialan kamu, aku sedang berbicara denganmu!" Pria itu jelas tidak ingin melepaskannya. Dia berjalan mendekat dan membentak Li Jie. "Pergi!" Li Jie berteriak dan melirik dia dengan tatapan penuh benci, yang membuatnya ketakutan. Namun, pria itu segera menenangkan diri dan mengumpat dengan keras, "Beraninya kamu berbicara seperti ini padaku?!" "Aku tidak ingin mengulanginya. Pergilah kamu!" seru Li Jie dingin. "Kamu akan mati." Pria itu menyingsingkan lengan bajunya dan berjalan dengan geram. Li Jie menurunkan wanita itu, bergegas maju, dan menampar pria itu beberapa kali. Setelah itu, dia dengan keras berteriak, "Pergi dari sini!" Setelah dipukuli, pengemudi itu tahu bahwa Li Jie bukanlah orang yang bisa dianggap enteng, jadi dia mengancam, "Tetaplah di sini jika kamu berani! Aku akan datang lagi padamu!" Kemudian dia masuk kedalam mobil dan melaju pergi. "Nona, bangun." Li Jie memanggil-manggil wanita itu berulang kali.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD