“Neng, Neng! Sudah sampai, Neng! Turun, Neng!” Ratu merasakan tepukan halus di pundaknya. Ia duduk sambil menekuk lutut dan memeluknya, lalu tanpa sadar wanita itu tertidur sepanjang perjalanan. Karena terlalu lelah, guncangan-guncangan di atas mobil dibarengi terik matahari pun tidak dirasa olehnya. Hingga kini ia baru tersadar ketika dibangunkan oleh ibu-ibu yang sejak tadi duduk bersamanya. “Ini ... sudah di Cirata, Bu?” tanya Ratu sambil mengerjap-ngerjapkan matanya untuk mengumpulkan kesadaran. “Iya, sudah di Cirata.” Sang ibu tersebut membantu Ratu untuk berdiri dan menurunkan barangnya. “Mau ke mana, Neng?” tanya penumpang lainnya. Ratu masih tak tahu harus ke mana, namun ia pun mengeluarkan secarik kertas yang diberikan oleh Sonya sebelum ia pergi. “Pak Samsudi, rumahnya di m

