Saat Arsenil menikmati malam bersama istrinya, di tempat lain ada pria yang sedang memperhatikan seorang wanita yang mengganggu hidupnya dalam beberapa tahun ini.
Menghirup udara malam adalah kegiatan Zenit sebelum tidur, tapi wanita ini terkejut saat tubuhnya di dekap dan di sentuh dari belakang dengan kuat. Hembusan napas yang masih Zenit kenal kita menerpa wajahnya. “Wah, sepertinya malam ini Aku sangat menginginkan dirimu.”
Zenit terhuyung, bisa-bisanya Tuan Carlos melakukan hal ini dengan santai seolah tak masalah memberikan bibir pada siapapun. “Jangan melakukannya lagi Tuan, saya bukan bagian dari wanita anda.” dengan buru-buru Zenit mengusap bibir yang di kecup singkat oleh Tuan Carlos.
Tuan Carlos memicingkan matanya. “Apa aku begitu menjijikkan hingga kau mengusap bibir itu dengan terburu-buru?!” Tuan Carlos meraih tisu yang Zenit pegang, membuangnya ke lantai. “Bibirmu bisa sobek Zenit.”
Zenit gemetar, tapi dia berusaha untuk menahannya. “Tuan, tolong menjauh dari saya!” dia berusaha mendorong tubuh Tuan Carlos yang kian mendekat. “Kita di sini dalam bukan sedang mengulang memori yang terlupakan, jangan sampai saya merasa tak nyaman dengan anda. Keadaan anda juga tak cukup baik jika ingin menjadikan saya musuh.”
Tuan Carlos menyungging senyum jahat, “Aku tahu hubungan ini sudah berlalu. Tapi sejujurnya aku takut jika kau masih mencintai aku, Zenit.” Bug, Zenit melangkah mundur lagi hingga pinggangnya terkena siku meja. “Makanya jangan menghindar dariku, sini biar aku usap!”
Tuan Carlos meraih pinggang Zenit dengan cepat, mengusap pelan dengan jarak yang sangat dekat. Di sini Zenit bingung sendiri, dia tak tahu bagaimana mengkondisikan dirinya. Zenit mengepalkan tinju karena dia sangat lemah saat berada di hadapan Tuan Carlos. “Katakan saja apa yang Tuan inginkan dari saya!”
Tuan carlos meletakkan telunjuknya di bibir wanita ini. “Zenit, aku tidak akan menuruti keinginanmu sebelum kau memenuhi keinginanku. Yang pertama, aku ingin menikmati dirimu!” Awalnya Tuan Carlos berpikir untuk tidak peduli pada Zenit, tapi menggoda Zenit juga membuatnya bersemangat. Bahkan Tuan Carlos tak bisa menghentikan senyum di bibir saat melihat reaksi kaku wanita ini. “Aku akan tinggal di Mansion ini.”
Dia langsung gugup, “A, apa? Tidak mungkin! Tuan tak bisa tinggal di serumah dengan saya, karena kita tak berada di dalam satu hubungan! Jangan pernah bermimpi. Semua ada batasnya juga Tuan, saya tak akan pernah melakukan hal tersebut.”
Tuan Carlos meraih dagu Zenit. “Dengarkan aku Zenit! Aku akan memanfaatkan keadaan jika kau tak menuruti keinginanku. Apa salahnya jika aku tinggal di sini?! kita manusia dewasa, tak mungkin melakukan hal yang tak di sukai. Lagi pula aku sudah mengetahui rahasia terbesarmu.” Zenit langsung terdiam saat Tuan Carlos mengatakan hal itu.
Zenit mulai menangis, dia ingin mengumpat. “Anda mengancam saya?! apa ini cara pria terhormat terhadap wanita? Mengancam seolah ini adalah hal yang benar? Apa anda akan bersikap konyol seperti ini pada saya?! orang yang jelas-jelas sangat membenci anda!”
Dia menggoda Zenit, “Cup cup cup! Aku senang jika kau memanggilku Tuan. Jangan menangis Zenit, padahal kau cukup angkuh saat aku berada di kediamanmu. Kau masih saja mudah marah dan egois seperti biasa, Aku suka tinggal bersama denganmu, tampaknya Aku memang harus tinggal bersama denganmu selain itu aku senang saat bibirmu memanggilku Tuan! Ini tak bisa lagi di tawar. Karena seperti biasa, aku tak percaya dengan makanan yang orang lain masak kecuali langsung dari dapurku. Dan aku tak suka pakaian yang aku gunakan di sentuh oleh orang lain. Kau tahu sendiri aku orang yang seperti apa! Jadi tinggal pilih ingin aku yang di Mansion ini atau kau yang ikut denganku ke Mansion kita.”
Zenit membuang wajahnya! “Kita??? Saya tidak bisa Tuan.”
Tuan Carlos mengangkat kedua tangannya. “Baiklah kalau begitu! Jangan salahkan aku jika-”
Zenit langsung panik. “Oke! Begini saja. Saya akan datang untuk memasak dan mencuci pakaian anda! Tinggallah di apartemen yang tak jauh dari Mansion.”
Tuan Carlos mengangguk! “Boleh juga! Lakukan saja yang seperti itu! Apa yang kau maksud Apartemen mewah yang ada tepat tak jauh dari Mansion ini?!”
Zenit mengangguk! “Iya, anda akan merasa nyaman di sana Tuan!”
Dia merasa menang dari Zenit, padahal semua ini hanyalah permainan. “Oke, untuk pertama itu dulu, setelah di realisasi selama satu minggu aku akan meminta dua hal lainnya.”
Dia menggeleng, “Apalagi Tuan?! bukankah anda menemui saya untuk bertindak bodoh seperti ini?! anda datang dalam keadaan marah karena merasa milik anda di ambil oleh orang lain.”
Tuan Carlos menghela napas! “Aku tidak akan terburu-buru mulai dari hari ini Zenit. Aku tahu siapa yang aku hadapi! Jadi lebih baik kau wujudkan keinginanku terlebih dahulu.”
Zenit menghindar, dia tidak ingin terlibat dengan Tuan Carlos lagi, cukuplah baginya sakit yang tidak bisa di obati. “Sepertinya saya menarik semuanya, saya tidak bisa Tuan.”
Zenit berusaha lari, dia mendorong tubuh Tuan Carlos hingga menumbur Tuan Arsenil tanpa sengaja. Arsenil terlihat terkejut. “Ada apa ini?! bukankah kau bilang tidak ingin menginap di sini? Lalu ini apa? Kenapa kau berada di rumahku dan mengganggu orangku Carlos?!”
“Ouw Arsenil, jangan salah paham dulu.”
Arsenil mendekat dan mencium bau alkohol. “Pelayan, bawa Tuan Carlos ke dalam kamar mandi! Awasi dia, aku tidak ingin pria ini membuat keributan.”
Para pelayan mendekat, “Baik Tuan Arsenil.”
Mereka menjauh dan Arsenil menepuk bahu Zenit, “bagaimana keadaanmu?!”
Dia mengusap wajahnya, “saya tidak apa-apa Tuan, terimakasih karena sudah membantu saya.”
Zenit melangkahkan kakinya menjauh dari Arsenil, menuju lantai satu dimana kamar pelayan berada. Di Mansion ini semua kamar pelayan berada di luar, tepatnya berseberangan dengan kolam berenang. Kamar-kamar berbentuk paviliun itu tersusun sangat rapi, hingga terlihat indah dan khas.
Rasanya suasana ini tidak aman pernah luput dari ingatan, Zenit merasa sangat nyaman ketika berada di sini! saat di luar sana hidupnya sungguh tidak baik bahkan dia merasa sangat gugup jika berada di dekat orang lain! pekerjaan yang diambil saat ini sangat pas atas kepribadian yang dia miliki jadi mana mungkin dia mengkhianati kebaikan orang-orang ini."