Merlin terlihat sangat kacau, dia tak peduli dengan siapapun orang yang mengajak dirinya bicara. Malika yang sejak tadi menunggu jawaban darinya pun mulai terlihat sangat kesal. “Hey, aku kesal karena kau tidak mendengarkan sama sekali. Aku sudah memberikan dirimu solusi, lagipula Sisilia bukan orang sembarangan. Jika dia berada dalam pihak kita maka semua akan baik-baik saja, kau bisa lihat sendiri bagaimana perusahaan Ayahnya berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini.” “Aku bukan tidak ingin mengambil kesempatan, hanya saja ada yang Carlos sukai. Kalau aku menggunakan orang lain mungkin Carlos akan bena-benar melupakan kekasih hatinya itu.” Malika mendekat pada Merlin, “bukankah kita sudah melakukannya berkali-kali? Toh mereka tetap bertemu pada akhirnya, dan jika memang

