Demina menghela napas saat melihat siapa yang kini berada di depan rumahnya. Gadis yang dulu menjadi pengasuh Arsen dan Aurora sudah menjadi wanita glamor yang melupakan anaknya. Rasa malas menyeruap di hati Demina, dia enggan keluar tapi tak sopan jika membiarkan tamu menunggu cukup lama. Dia menuruni anak tangga, melihat Olive yang kini menyilang kaki, dengan wine di tangan. "Kau sangat berubah, aku tak sangka bisa melihatmu dalam keadaan seperti ini." Olive menoleh, wanita ini langsung berdiri memeluk Demina. "Jangan begitu, saya sangat merindukan diri anda Nyonya." Demina berusaha melepaskan diri, "aku tak nyaman Olive, bahkan wangi tubuhmu saat ini sama sekali tidak aku kenal." Olive mundur, "Nyonya, jangan begitu marah kepada saya. Saat ini yang anda lihat adalah sebuah usaha unt

