Malam ini Elang dan Anisa memang tidur seranjang. Namun, entah kenapa Anisa merasa lelaki itu semakin jauh dari jangkauan. Sejak keluar dari kamar mandi tadi dia tidak pernah bicara, langsung rebahan dan kini sudah terlelap. Paginya, cukup mengejutkan ketika Elang hadir di meja makan untuk sarapan. Segini saja sudah mampu membuat hati Anisa membaik, meski lelaki itu hanya fokus pada makanannya dan diam seribu bahasa. "Kapan aku bisa ketemu keluarga Mas?" Anisa memberanikan diri memulai obrolan. "Nggak usah. Nggak penting!" Anisa tercekat. Hal itu tentu saja kian menebalkan tanda tanya di benaknya. Kalau bertemu keluarga saja dianggap tidak penting, untuk apa pernikahan ini terjadi? Ini weekend, waktu yang sangat pas untuk menghabiskan waktu dengan pasangan. Anisa sempat memikirkan beb

