12 Menemani Bos

1374 Words

“Kau bisa mengunjungi mereka nanti. Aku tidak melihat ada maknanya keberadaanku di sana,” jawab Mi Young pelan. Kyuyeon membatu. Ia menoleh, menatap Mi Young yang kini lebih memilih memandangi pemandangan Roma di luar jendela. Ia mengeraskan rahang. Memilih tidak membalas perkataan gadis itu. Tahu bahwa apa pun yang ia katakan kali ini akan terdengar tidak berarti. Ia bersyukur bahwa kini mobil sudah berhenti di depan pagar besar rumah bergaya khas Italia, kediamannya. Mobil kemudian memasuki halaman setelah pagar dibuka oleh satpam. “Wooah!” kagum Mi Young dengan suara pelan saat mobil memasuki pekarangan. Rumah itu besar—meski tidak sebesar rumah Kyuyeon di kebun anggur. Lampu-lampu depan memberikan penerangan yang optimal hingga membuatnya tampak indah. Dengan warna dasar krem terang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD