Bab 43: Tak Menyebalkan

1044 Words

Nadhira memacu mobilnya tepat pukul 11 siang untuk menjemput Luna, sejak tadi dia menerima pesan dari Aarav jika setelah pulang dia harus bisa membujuk Luna agar pulang. Nadhira heran pada pria itu, kenapa dia tidak membujuk Luna sendiri, justru mendesaknya "Dia pikir aku juga tidak sibuk?" untung saja, Luna bocah itu sangat imut dan lucu hingga Nadhira tak bosan jika harus menghabiskan waktu bersama. Tiba di taman kanak-kanak, Nadhira melihat sekitarnya, sepertinya belum waktunya pulang hingga belum ada anak yang keluar sekolah, memutuskan untuk menunggu dengan bersandar pada badan mobil, pandangan Nadhira justru berpapasan dengan Elisa yang dia yakin juga sedang menjemput Livia. "Sial benget sih," keluhnya, setelah ini telinganya pasti panas karena ucapan wanita itu. Benar saja, kare

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD